MENGADOPSI PERUBAHAN MENGEMBANGKAN TEKTIL TRADISIONAL


Saya sangat senang bahwa Indonesia akan menjadi tuan rumah 7th ASEAN Traditional Textile Symposium.
Kain tradisional adalah warisan budaya Asia Tenggara selama berabad-abad dan telah memainkan peran penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Mereka digunakan untuk membuat berbagai benda, mulai dari pakaian dan barang sehari-hari, hingga ritual sakral dan upacara adat, seperti pernikahan atau pemakaman.
Setiap negara anggota ASEAN memiliki karakter tekstil yang unik dan spesifik dengan proses menenunnya sendiri yang menciptakan kain yang indah. Hal ini menggambarkan ASEAN, di mana kesatuan anggotanya menciptakan harmoni yang indah dalam kerja sama.
Tekstil tradisional yang lestari ini diproduksi oleh berbagai teknik, menggunakan beragam bahan alami, dan menggambarkan beragam pola dan desain. Dibentuk dari berbagai teknik seperti dilukis, dicelup, direkatkan atau disulam dan dari bahan impor seperti sutra, tenun, ikat, batik dan bordir dan pola-pola indah yang diilhami oleh kepercayaan tradisional, tradisi dan lingkungan.
Tekstil Asia Tenggara mencerminkan keragaman masing-masing daerah, tetapi juga menggabungkan beberapa fitur dari luar daerah.
Tekstil juga dipengaruhi oleh pengaruh eksternal terdekat di kawasan itu, misalnya Cina dan India, tetapi pengaruh juga datang dari tempat-tempat di Eropa dan daerah negara Islam.
Interaksi antara budaya dan tradisi di Asia Tenggara dan pengaruh budaya eksternal ini telah memainkan peran penting dalam perkembangan sifat tekstil daerah tersebut.
Saya percaya bahwa Asean Traditional Textiles Symposium ke-7 akan mendukung generasi baru pengrajin tekstil tradisional di Asia Tenggara dengan misi memajukan pengetahuan tentang tekstil tradisional, menumbuhkan antusiasme kolektif untuk tekstil Asia Tenggara, dan mengembangkan strategi untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas tekstil. Saya berharap acara ini akan sukses. Saya harap simposium dapat berperan dalam penguatan “People to People Connectivity” dalam komunitas ASEAN.
Duta Besar Indonesia untuk ASEAN
Ade Padmo Sarwono

Comments

Popular posts from this blog

DASAR HUKUM KARIER GURU

Capacity Building untuk Meningkatkan Kinerja

APA MENGAPA BAGAIMANA MGMP?